Staking di Ethereum
Staking di Ethereum
Selamat datang, Penjelajah, di pelajaran berikutnya!
Hari ini kita membahas proses "staking": satu cara sederhana membangun kekayaan digital.
Staking mirip dengan penambangan di jaringan Bitcoin: keduanya adalah sistem yang membuat peserta bisa memproses transaksi di blockchain dan mendapat imbalan. Keduanya menjaga jaringan kita tetap terdesentralisasi.
Tapi ada perbedaan penting antara penambangan dan staking. Staking di Ethereum tidak butuh komputer bertenaga besar untuk bersaing dengan yang lain. Cukup mengunci Ether (ETH) di sebuah kontrak pintar jaringan, Ethereum tetap berjalan dan kamu mendapat imbalan.

Ethereum Membutuhkan Kamu!
Bayangkan staking seperti "obligasi internet".
Sama seperti mendukung negara lewat obligasi memberi imbal hasil, mendukung Ethereum juga memberi imbalan! Lebih bagus lagi, seperti obligasi negara, staking adalah cara menunjukkan dukungan finansial pada nilai-nilaimu dan dunia yang kamu inginkan.
Saat kamu melakukan staking Ether, Ether itu ditugaskan ke sebuah node validator yang memproses transaksi di Ethereum. Makin banyak Ether yang di-stake, makin banyak node yang bisa dimiliki Ethereum. Dengan lebih banyak node, Ethereum jadi lebih terdesentralisasi dan aman.
Sebagai staker, kamu menjadi penjaga Ethereum!
Sekarang mari menyelami mekanisme staking dan menemukan peluang murah tanpa repot untuk memulai perjalanan staking kamu hari ini.
Siapkan perlengkapanmu, ayo berangkat!

Keamanan Blockchain
Node validator adalah kunci ekonomi yang aman dan sah di Ethereum. Mereka melindungi blockchain dari kecurangan.
Kecurangan di dunia blockchain berupa pengguna yang memanipulasi saldo atau menciptakan kripto yang tidak ada. Cara Ethereum menekannya adalah memastikan setiap transaksi valid dan tidak ada peserta yang berkuasa atas peserta lain. Keadilan ini, yang disebut netralitas kredibel, sangat penting. Kenapa? Tidak ada yang mau ikut dalam ekonomi penuh tipu daya dan ketidakpercayaan; ekonomi seperti itu akhirnya runtuh.
Di blockchain yang sehat, node validator punya satu tujuan bersama: mencapai kesepakatan terdesentralisasi di seluruh jaringan tentang keadaan blockchain. Node memindai transaksi, mencocokkannya dengan riwayat blockchain, lalu memberi suara atas keabsahannya. Transaksi yang lolos konsensus node sebagai valid ditambahkan ke blockchain.
Cek Pengetahuan 1
Bagaimana node validator mencegah kecurangan di Ethereum?
-
[ ] Dengan saling mengalahkan.
-
[ ] Dengan menciptakan kripto palsu untuk orang tertentu.
-
[ ] Dengan menyepakati transaksi valid secara terdesentralisasi.
Proof-of-Stake
Pengguna yang ingin menjalankan node validator harus mengunci setidaknya 32 ETH, dan itu jumlah yang besar. (Sejak 2025 satu validator juga bisa memegang saldo lebih besar, dan staker bisa keluar kapan saja lewat antrean.) Sebagai imbalan atas "stake" finansial besar di jaringan, operator node boleh mengusulkan dan meninjau blok transaksi di Ethereum, serta memperoleh imbalan. Anggap blok sebagai kumpulan transaksi yang dikirim ke jaringan.
Mekanisme konsensus jaringan memilih satu node validator secara acak untuk mengusulkan blok berikutnya, dan keputusannya diperiksa ulang node lain demi menjamin kejujuran. Saat sebuah node berhasil mengusulkan blok, stake miliknya bertambah.
Slashing
Saat sebuah node terbukti curang, misalnya menandatangani dua blok yang bertentangan, stake-nya terkena slashing: node itu kehilangan sebagian Ether-nya. Lambat atau offline bukan slashing; itu hanya kena penalti kecil. Dengan begitu, Ether yang di-stake menjadi uang jaminan yang mendorong node bersikap jujur dan menjaga Ethereum berjalan lancar.
Agar bisa meloloskan kecurangan di Ethereum, penyerang harus menguasai mayoritas node validator, dan berarti mayoritas Ether yang di-stake. Untungnya hal itu tidak bisa terjadi kalau pengguna sehari-hari ikut melakukan staking. Kepemilikan jaringan yang terdesentralisasi membagi kuasa untuk mengambil keputusan.
Cek Pengetahuan 2
Benar atau Salah: Node validator yang tertangkap curang, misalnya menandatangani dua blok bertentangan, kehilangan sebagian stake-nya.
-
[ ] Benar
-
[ ] Salah
Memvalidasi Transaksi
Mari kita telusuri langkah demi langkah bagaimana node mencapai kesepakatan memakai konsensus Proof-of-Stake:
- Staking:
Operator nodemengunci 32 ETH di jaringan dan mulai menjalankannode validator. - Penyusunan Blok: Pengguna mengirim transaksi yang disusun ke dalam
blokolehpembangun blok. - Pemilihan Pengusul: Sebuah algoritma memilih node validator untuk mengusulkan blok berikutnya yang akan ditambahkan ke blockchain.
- Usulan Blok:
Pengusul blokmeninjau blok kandidat dan memilih satu, lalu memberiatestasijika valid. - Verifikasi Silang: Validator lain memeriksa ulang blok itu dan memberi atestasi jika valid. Blok yang tidak valid diabaikan dan tidak pernah masuk ke rantai.
- Penambahan Blok: Blok yang valid ditambahkan ke blockchain Ethereum.
- Imbalan: Pengusul blok memperoleh
imbalan blokdan tip transaksi. Validator lain juga mendapat imbalan.
Cek Pengetahuan 3
Apa nama node validator yang memilih blok berikutnya untuk ditambahkan ke Ethereum?
-
[ ] Staker
-
[ ] Pembangun blok
-
[ ] Pengusul blok
Ethernomics
Karena menyediakan Ether untuk node validator, staker memperoleh sebagian imbalan node tersebut.
Imbalan yang diterima node bergantung pada berbagai faktor ekosistem dan bisa berubah. Singkatnya, imbalan itu berupa sebagian biaya transaksi ditambah sedikit Ether baru yang diterbitkan bersama blok baru.
Imbal hasil tahunan berubah dari waktu ke waktu, secara historis beberapa persen dari Ether yang di-stake. Besarannya bergantung pada dua faktor utama:
- 📈 Aktivitas Jaringan: Umumnya, jika lalu lintas rendah imbalan lebih kecil. Jika lalu lintas tinggi, imbalan lebih besar.
- 👥 Jumlah Node Validator: Imbalan terbagi lagi seiring bertambahnya peserta.
Imbal hasil juga berubah tergantung cara kamu melakukan staking Ether. Mari lihat pilihannya.
Jenis-Jenis Staking
Biasanya kamu perlu mengunci 32 ETH untuk menjalankan node validator, tapi metode staking baru membuat penjagaan Ethereum terbuka bagi semua orang.
Jadi, ada tiga cara melindungi Ethereum:
- 📡 Staking Mandiri: Menjalankan node validator sendiri.
- ⛲ Staking Pool: Bergabung dengan sekelompok staker dan menjalankan node bersama.
- 🏦 Staking di Bursa Terpusat: Ikut node "bank kripto".
Tiap metode menuntut tingkat pengetahuan teknis yang berbeda untuk disiapkan, dengan risikonya masing-masing.
Kalau kamu nyaman memegang kunci privat sendiri tapi belum punya 32 ETH, pertimbangkan bergabung dengan yang lain di sebuah staking pool.
Kalau kamu belum siap melakukan penyimpanan mandiri atas kriptomu, lihat staking di bursa terpusat. Sementara itu, ikuti pelajaran Dasar-Dasar Dompet dan beranilah memiliki kriptomu sendiri!
Jenis-Jenis Staking (Bagian 2)
Staking Mandiri
🟡 Butuh 32 ETH 🟡 Penyiapan Teknis 🟢 Mendesentralisasi Ethereum
Risiko: Kunci hilang, stake terkena slashing, penalti offline.
Staking Pool
🟢 Berapa pun jumlah ETH 🟢 Penyiapan Mudah 🟡 Pilihan Terdesentralisasi
Risiko: Bug kontrak pintar pool, atau kunci hilang.
Staking di Bursa Terpusat
🟢 Berapa pun jumlah ETH 🟢 Penyiapan Mudah 🔴 Memusatkan Ethereum
Risiko: Kebangkrutan bursa bisa menghilangkan danamu.
Sentralisasi Jaringan
Staking apa pun yang membuat banyak node berada di bawah satu entitas mulai memusatkan Ethereum.
Bayangkan Ethereum sebagai jaring node validator yang saling terhubung. Kalau node menumpuk di bawah satu atau segelintir entitas, seluruh jaring jadi timpang dan rawan. Agar itu tidak terjadi, kita butuh banyak titik sambungan berbeda.
Satu entitas yang menguasai cukup banyak node itu buruk. Blok transaksi terpaksa lewat bagian jaring yang terpusat. Entitas itu bisa mulai meloloskan blok curang, atau bahkan menolak blok valid. Ini menghancurkan netralitas kredibel Ethereum.
Sebagai penjaganya, kita harus fokus pada metode staking yang menjaga jaring tetap seimbang dan terdesentralisasi.
Sebagai pemula, kamu mungkin menemui banyak hambatan menjalankan node validator sendiri. Mari jelajahi pilihan staking terdesentralisasi yang ramah pemula: staking pool.
Cek Pengetahuan 4
Apa yang terjadi jika satu entitas menguasai mayoritas node validator?
-
[ ] Entitas itu bisa meloloskan blok berisi transaksi curang.
-
[ ] Entitas itu akan menguasai semua node validator.
-
[ ] Ethereum akan berhenti memproses transaksi sama sekali.
-
[ ] Semua jawaban di atas benar.
Staking Pool
Hal terbaik dari staking pool adalah semuanya dijalankan kontrak pintar. Kamu tidak perlu bertemu staker lain dan tidak perlu percaya pada mereka. Tapi kamu tetap harus percaya pada kontrak pintarnya.
Staking pool dikelola penyedia staking, platform digital yang menghubungkan staker di seluruh dunia! Di staking pool, seorang operator node melakukan stake sebagian dari 32 ETH dan menjalankan node, sementara peserta lain menyediakan sisa Ether-nya. Operator node mendapat imbal hasil tambahan atas jasanya.
Peserta staking lainnya menerima "Liquid Staking Token" (LST) yang mewakili keanggotaan mereka di pool. Token ini mewakili bagian dari Ether yang di-stake pool. Pemegangnya memperoleh imbalan sebanding dengan stake yang diwakili, dan bisa memakainya untuk menebus stake kapan saja.
Cukup dengan memegang LST (seperti rETH dari Rocket Pool), kamu memiliki bagian dari sebuah staking pool. Ya, Ether kamu ikut mendesentralisasi Ethereum sekaligus menghasilkan imbalan staking!
Cek Pengetahuan 5
Entitas mana yang menjadi tuan rumah staking pool?
-
[ ] Operator node.
-
[ ] Peserta staking lainnya.
-
[ ] Penyedia staking.
Liquid Staking Token
Hal terbaik dari LST adalah meski Ether kamu sedang di-stake dan menghasilkan imbal hasil, Ether itu tetap berbentuk likuid.
"Likuid" di sini berarti Ether itu masih bisa mengalir ke seluruh ekosistem. Bayangkan memegang bagian dari sebuah staking pool… tapi bisa kamu pakai sebagai uang! LST bisa di-swap, dipakai sebagai agunan pinjaman, atau bahkan disetorkan ke platform restaking, strategi opsional yang menambah risiko demi imbal hasil ekstra.
LST bagus karena membuka akses ke Ether yang di-stake. Staking pool sering menetapkan setoran minimum untuk menambah Ether ke pool (sekitar 0,01 ETH). Namun dengan LST, kamu bisa membeli Ether yang di-stake dalam potongan jauh lebih kecil di bursa terdesentralisasi favoritmu.
Sentralisasi Jaringan, Lagi!
Staking pool dan LST punya kendala yang sama dengan metode staking lain: keduanya berjalan pada tingkat sentralisasi dan desentralisasi yang berbeda-beda.
Penyedia staking seperti Rocket Pool memastikan siapa pun, di mana pun, bisa menjadi operator node sebuah staking pool. Ini membantu operator node baru mengumpulkan stake 32 ETH dan ikut mendesentralisasi Ethereum. Sebaliknya, penyedia lain hanya mengizinkan segelintir kenalan menjalankan node, sehingga sentralisasi Ether yang di-stake menjadi risiko.
Jika satu entitas menguasai lebih dari 33% Ether yang di-stake, ia bisa membuat masalah di jaringan. Pada 50%, netralitas kredibel Ethereum terancam serius. Beberapa penyedia besar pernah mendekati angka 33% itu, jadi menyebar stake ke banyak penyedia menjaga jaringan tetap aman.
Untuk menjaga Ethereum, kita perlu meneliti. Bahkan dengan staking pool, pilihan kita harus mendukung desentralisasi.
Cek Pengetahuan 6
Benar atau Salah: Mendukung operator node baru membantu mendesentralisasi Ethereum.
-
[ ] Benar
-
[ ] Salah
rETH - Jalanmu Menuju Staking Terdesentralisasi
Saatnya menjadi staker: penjaga Ethereum.
Untuk Quest hari ini, kita akan memiliki bagian dari sebuah staking pool di Rocket Pool.
🪙 Caranya sederhana: mint atau beli liquid staking token milik Rocket Pool, rETH.
Sebagai langkah pertama perjalanan staking kamu, kamu akan mendanai sebuah node validator untuk memproses blok, dengan imbalan berupa Ether.
Catatan: Dengan rETH, imbalan staking ditambahkan ke nilai tokennya. Kalau hari ini kamu memegang 1 rETH, setahun lagi kamu tetap memiliki 1 rETH. Nilainya saja yang bertambah.
Semoga sukses dalam Quest kamu, Penjelajah! Semoga komitmenmu pada masa depan Ethereum yang terdesentralisasi dibalas berlimpah.